Tampilkan postingan dengan label mahu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mahu. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 01 Februari 2014
KBS Belum Mahu Serah Kepada Swasta

PUTRAJAYA – Kementerian Belia dan Sukan (KBS) belum berhasrat untuk menyerahkan hak penganjuran perlumbaan jelajah berbasikal berprestij di rantau ini, Le Tour de Langkawi (LTdL) kepada pihak swasta.
Menteri berkenaan Khairy Jamaluddin berkata perkara itu memerlukan pertimbangan teliti kerana KBS tidak mahu standard LTdL terjejas jika penganjurannya dilaksanakan swasta.
“Kita tidak mahu memberikan hak penganjuran (LTdL) kepada mereka yang tidak mampu mengekalkan tahap kecemerlangan penganjuran yang kita peroleh (daripada Kesatuan Berbasikal Antarabangsa (UCI) selama empat tahun berturut-turut,” katanya dalam sidang berita selepas melancarkan edisi ke-19 LTdL di Dewan Serbaguna KBS di sini, hari ini.
Turut hadir Ketua Setiausaha KBS Datuk Jamil Salleh, Ketua Pengarah Majlis Sukan Negara (MSN) Datuk Seri Zolkples Embong dan Presiden Persekutuan Kebangsaan Berbasikal Malaysia (PKBM) Datuk Abu Samah Abdul Wahab.
Khairy berkata KBS dan MSN telah menerima pengiktirafan UCI sebagai penganjur terbaik dengan mencapai tahap ‘Excellent Level of Organization’ selama empat tahun berturut-turut.
Namun, beliau tidak menolak kemungkinan KBS akan menyerahkan penganjuran LTdL kepada swasta seperti Piala Monsun, dalam usaha mengurangkan perbelanjaan kerajaan.
“Perkara sama telah kita lakukan terhadap penganjuran Piala Monsun di mana kerajaan dapat mengurangkan perbelanjaan secara beransur-ansur,” katanya.
Khairy berkata bagi edisi ke-19 LTdL, MSN masih menjadi penganjur perlumbaan itu yang berlangsung dari 27 Feb hingga 8 Mac depan merangkumi jarak sejauh 1,506.5km.
Menurutnya liputan meluas media tempatan dan antarabangsa mengenai perlumbaan itu juga boleh menjadi platform mempromosikan Tahun Melawat Malaysia 2014 dengan lebih efektif. – BERNAMA
Jumat, 31 Januari 2014
Pendeta Ditangkap Ketika Mahu Bakar Alquran
12 Sep 2013
Terry Jones (AFP)
Florida - Pendeta kontroversi Terry Jones dari Amerika Syarikat tampaknya belum juga jera. Ketika peringatan tragedi 11 September atau yang biasa disebut 9/11, pendeta ini merancang membakar 3,000 salinan Alquran. Dia ditangkap polis setempat.
Pendeta kontroversial berusia 61 tahun ini dijerat dakwaan mendistribusikan bahan bakar minyak secara ilegal dan membawa senjata api di depan publik. Jones ditangkap pasukan keselamatan di Mulberry, dekat Tampa, Florida.
Menurut polis setempat, seperti dilansir Asia One, Khamis (12/9/2013), Jones bepergian dengan menumpang truk pickup yang menarik sebuah kereta trailer, yang membawa semacam pemanggang daging raksasa. Di atas pemanggang tersebut terdapat banyak salinan kitab Alquran yang sudah disiram minyak tanah.
Jones juga membawa beberapa botol minyak tanah di dalam truk tersebut.
Menurut web miliknya, Jones merancang aksi bakar Alquran di depan umum pada Rabu (11/9) bersamaan dengan peringatan 9/11 di AS. Dalam aksinya ini, Jones akan membakar 2,998 Alquran di Tampa Bay.
Namun sebelum sempat beraksi, Jones ditangkap. Dia ditangkap bersama seorang pendeta lainnya, Marvin Sapp, hanya beberapa minit sebelum aksi dilakukan.
Aksi semacam ini bukan yang pertama kali dilakukan pendeta Jones yang dikenal radikal itu. Pada tahun 2010 lalu, dia pernah menyatakan akan membakar Alquran yang kemudian memicu protes dan kemarahan publik, baik di AS maupun di negara lain. Akhirnya, Jones pun membatalkan aksinya tersebut.
Tidak serik, pada tahun 2011, Jones kembali mengumumkan aksi serupa dan bahkan mempromosikan film anti-Islam, yang memicu protes dunia internasional. Aksi-aksi Jones ini secara langsung memancing aksi kekerasan di kawasan Timur Tengah dan Afghanistan.
Pendeta kontroversial berusia 61 tahun ini dijerat dakwaan mendistribusikan bahan bakar minyak secara ilegal dan membawa senjata api di depan publik. Jones ditangkap pasukan keselamatan di Mulberry, dekat Tampa, Florida.
Menurut polis setempat, seperti dilansir Asia One, Khamis (12/9/2013), Jones bepergian dengan menumpang truk pickup yang menarik sebuah kereta trailer, yang membawa semacam pemanggang daging raksasa. Di atas pemanggang tersebut terdapat banyak salinan kitab Alquran yang sudah disiram minyak tanah.
Jones juga membawa beberapa botol minyak tanah di dalam truk tersebut.
Menurut web miliknya, Jones merancang aksi bakar Alquran di depan umum pada Rabu (11/9) bersamaan dengan peringatan 9/11 di AS. Dalam aksinya ini, Jones akan membakar 2,998 Alquran di Tampa Bay.
Namun sebelum sempat beraksi, Jones ditangkap. Dia ditangkap bersama seorang pendeta lainnya, Marvin Sapp, hanya beberapa minit sebelum aksi dilakukan.
Aksi semacam ini bukan yang pertama kali dilakukan pendeta Jones yang dikenal radikal itu. Pada tahun 2010 lalu, dia pernah menyatakan akan membakar Alquran yang kemudian memicu protes dan kemarahan publik, baik di AS maupun di negara lain. Akhirnya, Jones pun membatalkan aksinya tersebut.
Tidak serik, pada tahun 2011, Jones kembali mengumumkan aksi serupa dan bahkan mempromosikan film anti-Islam, yang memicu protes dunia internasional. Aksi-aksi Jones ini secara langsung memancing aksi kekerasan di kawasan Timur Tengah dan Afghanistan.
Sumber: detikNews
Langganan:
Postingan (Atom)