Tampilkan postingan dengan label jadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jadi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Maret 2014

Belajar Jadi Selebriti yg Baik Benar Ala Syahrini

Kami di MBDC sepakat banget kalau Syahini adalah J. S Badudu-nya dunia perselebritian. Segala tindak-tanduk dan manuver yang dilakukan Syahrini layak dijadikan panduan menjadi selebriti yang baik dan benar, untuk dibaca, dipelajari dan dihayati dalam-dalam oleh setiap orang yang bermimpi menjadi selebriti.
J.S Badudu? Aku? Sesuatu banget sih!
Perhatikan gambar Syahrini diatas, sungguh glamor bukan kehidupan dunia selebrita? Tapi emangnya gimana sih cara jadi selebriti yang baik dan benar ala Syahrini? Nggak terlalu rumit kok, selain memakai 3 lapis bulu mata palsu setiap saat, syarat lainnya ya Ente harus brilian aja kayak Syahrini. Berikut kami kasih bocorannya:

1. Tentukan “Bakat”

Untuk bisa jadi selebriti yang baik dan benar, tentunya  Ente harus punya bakat dulu dong. Jangan dengerin orang-orang yang bilang kalau untuk terkenal Ente nggak harus punya bakat. Ngawur itu. Bakat ini penting sebagai fondasi Ente masuk ke dalam dunia selebritis. Kenapa? Ya minimal pas diwawancara sama infotainment, mereka jadi tau mesti nulis apa di bawah nama Ente, Penyanyi kah? Pemain sinetron? Pokoknya harus ada yang bisa ditulis, dan harus yang berhubungan dengan “bakat” Ente. Kurang asik banget kalau di bawah nama Ente cuma ditulis “Pacarnya si Anu” atau “Tetangganya pacarnya si Anu”.
Syahrini memulai kariernya dengan menjalin hubungan dekat dengan Anang, #eh maksud kami, mengeluarkan sebuah singel berjudul Tatapan Cinta yang juga masuk ke dalam album kompilasi film Coklat Stroberi (2007). Meskipun nggak ada yang inget juga lagunya kayak gimana, fakta shahih mengenai “bakat”-nya ini adalah penanda bahwa Syahrini sudah secara sah menancapkan fondasi pertama untuk masuk ke dunia selebriti dan berakhir bisa mengelus-elus pipi pemain sepak bola kelas dunia, David Beckham. Wow. Mejik!

2. Kenali Sikon Dengan Baik

Oke, bakat udah megang, fondasi selebriti pertama juga udah dipancangkan. Tapi kok Ente masih belum ngetop ya? Ya iyalah. Untuk bisa jadi selebritis yang baik dan benar Ente harus pinter-pinter mengenali sikon. Lihat kemana angin pemberitaan media sedang berhembus dan di situlah  Ente harus bersiap-siap memancangkan fondasi berikutnya.
Buat Syahrini, sikon yang pas itu datang di akhir tahun 2009 saat ada seorang musisi duda berwajah sendu yang baru saja ditinggal selingkuh oleh istrinya. Seluruh infotainment pun tanpa henti meliput kegalauan sang duda, seakan hendak bilang “aaaaw kasihan sekali Ente ditinggal oleh Dek Yanti”. Syahrini yang brilian paham betul bahwa seluruh mata sedang tertuju ke arah sang duda maka di sanalah fondasi selebriti berikutnya layak dipancangkan.
Halo. Aku Syahrini. Mulai sekarang, kemana pun mas duda ini berada, aku ada di sampingnya!
3. Umbar Kisah Cintamu

Kisah cinta selalu menjual. Mulai jadi urusan baru jadian, tunangan, putus, cerai, selingkuh, semua itu santapan lezat buat infotainment. Jadi, jangan pernah ragu mengundang infotainment untuk curhat. Syahrini paham benar hal itu. Saat “didepak” oleh sang duda, Syahrini pun dengan sigap merebut hati pemirsa dengan menceritakan kisahnya sambil berlinang air mata. Tentunya sambil diberikan sisipan-sisipan promosi single terbaru. Menyentuh banget.

4. Sex Sells


Ini variasi lain dari mengumbar kisah cinta. Selain cinta, seks juga menjual. Sebagai selebriti, Ente bisa memastikan bahwa namamu akan menghiasi berita utama infotainment dan tabloid gosip kalau ada foto-foto seksimu yang tiba-tiba beredar. Nggak usah kuatir image-mu jadi buruk, saat diminta klarifikasi, Ente tinggal pasang tampang paling mengiba dan tegaskan bahwa Ente tidak bersalah! Sungguh ampuh merebut hati pemirsa, baik perempuan mau pun laki-laki, tentunya!

5. Ciptakan Celetukan Khas


Saat Ente sudah bisa merebut hati pemirsa, ini saatnya Ente beralih ke langkah selanjutnya. Tentunya untuk semakin mengukuhkan fondasi keselebritisan Ente. Ciptakanlah celetukan khas yang gampang diingat, dan terus gunakan minimal 10 kali dalam setiap wawancara. Kalau bisa, cari tipe celetukan yang bisa digunakan dalam berbagai kesempatan dan suasana. Seperti “Sesuatu banget” dan “Alhamdulillah ya”-nya Syahrini. Brilian.

6. Jangan Cuma Jadi Trendsetter Fashion


Syahrini memang trendsetter fashion. Kita semua masih inget betapa pas lebaran kemaren dunia kita yang tenang dan damai mendadak diserang kaftan warna-warni dari berbagai arah penjuru angin. Tapi, semua itu tentunya nggak cukup buat Syahrini. Siapa aja bisa jadi trendsetter fashion. Namun, sebagai selebriti yang baik dan benar, Ente juga harus kreatif menciptakan nama-nama andalan untuk fashion statement-mu. Sebagai contoh, orang awam mungkin merasa dirinya sudah cukup fenomenal dengan menggunakan bulu mata palsu setebal poni Chewbacca. Tapi tidak halnya dengan Syahrini. Dengan luarbiasanya ia pun menciptakan sebuah nama brilian untuk bulu mata itu: Bulu Mata Anti Badai.
Baru-baru ini Syahrini juga menciptakan nama untuk fashion-statement terbarunya yaitu Jambul Khatulistiwa. Dan saking fenomenalnya nama itu, sampai-sampai nyaris jadi trending topic di Twitter. Hebat banget. Keren.
Halo! Aku Syahrini! Jambulku ini hampir jadi trending topic di Twitter loh!
Singkat kata. Menurut MBDC, Syahrini itu keren banget. Layak banget digugu dan ditiru. Bahkan, mungkin Syahrini harus mengikuti jejak Debby Sahertian yang sempat menerbitkan buku Entes gaul. Meskipun nggak ada yang beli juga sih. Tapi kita yakin, kalau asalnya dari Syahrini, pasti semua suka deh. Alhamdulillah, sesuatu banget



ReadFull Article ..

Sabtu, 15 Februari 2014

Jadi orang biasa yang bahagia


KAWAN saya Faizal, seorang eksekutif yang metrosexual, suka mengemas pinggan dan cawan setiap kali selepas makan di restoran. Tidak padan dengan gaya machonya yang segak berdandan, dia selamba sahaja melakukan kerja itu. Satu hari saya tanya kenapa dia berbuat begitu? Jawabnya, dia pernah bekerja sambilan di restoran sewaktu dia pelajar dahulu. Katanya lagi, ketika itu dia memang penat mengemas jika ada pelanggan yang tinggalkan meja bersepah.

Bila Faizal menjadi pelanggan kini, dia berasa prihatin dengan para pekerja restoran. Tak sedap hati kalau dia tak kemas meja selepas makan. Cukup setakat himpunkan pinggan dan gelas kembali ke dalam dulang. Dan, sekadar mengelap sedikit air yang tumpah di meja dengan kertas tisu.

Betul juga kata dan tindakan kawan saya itu. Sejak itu, bila saya makan di restoran dan teringat apa yang Faizal lakukan, saya turut susun pinggan dan cawan, sudu dan garfu agar mudah para pekerja restoran membersihkan meja. Baru-baru ini, saya terpandang satu keluarga besar yang menjamu selera menyusun kerusi yang mereka duduki apabila bangun untuk meninggalkan restoran. Sesungguhnya ia adalah perbuatan yang baik dan patut dicontohi.

Apabila saya menulis mengenai hal ini di laman Facebook saya, rupa-rupanya ada yang lakukan apa yang saya dan Faizal buat. Malah, ada di antara mereka yang memberi reaksi terhadap entri saya itu adalah mereka yang tidak pernah memberi komen terhadap entri saya selama ini.

Kalau hendak diikutkan, mengemas meja selepas makan di restoran tidak perlu dilakukan. Sementelah kita membayar caj perkhidmatan di restoran yang ada kelas, perbuatan sebegini boleh dilihat sebagai kekampungan pula. Samalah juga kita dianggap kekampungan apabila mengambil tisu, sudu dan garfu sendiri tanpa memanggil pekerja menyediakannya untuk kita.

Malah, pergi ke kaunter untuk membayar pun tidak kena kerana sepatutnya kita hanya perlu melambai pelayan supaya mereka menghantar bil. Kemudian, apabila si pelayan datang dengan resit dan wang baki, kita dengan penuh gaya menyatakan padanya ‘keep the change,’ lalu mengambil sahaja resit, kononnya untuk tuntutan elaun keraian, padahal jawatan kita itu tidak melayakkan kita untuk mendapat elaun itu.

Tatkala baharu berhijrah ke Kuala Lumpur 30 tahun lalu, saya belajar makan KFC menggunakan pisau dan garfu. Sebagai orang kampung, saya tidak pernah makan menggunakan pisau. Tidak sedar kalau ada orang tertawa melihat saya memotong ayam dengan pisau tetapi menyuap potongan ayam itu dengan pisau juga.

Seperti Mr Bean, saya tidak rasa malu dengan apa yang saya buat kerana berasa saya sudah ada gaya orang Kuala Lumpur. Sehinggalah pada suatu hari, saya terpandang sepasang pelancong mat salih yang makan ayam dengan tangan, baharulah saya berani mencekau ayam goreng dengan tangan di KFC di segitiga emas, Kuala Lumpur. Rupa-rupanya tiada guna berlagak tidak kena pada tempatnya.

Saya kenal dengan beberapa orang berpangkat tetapi amat marhaen dalam tindak tanduk mereka. Saya pernah bekerja sepejabat dengan seorang bos yang selesa mengelap mejanya daripada menyuruh tukang cuci melakukannya. Saya kenal dengan beberapa orang pegawai berpangkat yang lebih suka duduk di sebelah pemandunya, atau menjadi pemandu sedangkan drebarnya duduk di kerusi sebelah. Dan seorang tokoh korporat yang selalu saya lihat  menjinjing ikan bila menemani isteri ke pasar tani.

Hidup ini mengajar kita untuk berani menjadi diri sendiri agar kita senang hati. Tidak perlu berlakon, bergaya dan menyamar semata-mata kerana takut dilihat kekampungan mahupun tiada stail. Orang kata, jikalau ular menyusur akar, tidak akan hilang bisanya. Asalkan apa yang dilakukan itu bukannya sesuatu yang mengaibkan, kita perlu membuang topeng kelas, status dan kasta di dalam minda.

Apabila kita terlalu menjaga status semata-mata kerana mahu mempamerkan kehebatan, stail dan  imej kekotaan, percayalah ia tidak akan menggembirakan hati. Sebaliknya kita akan tenggelam dalam tempurung yang kita bina sendiri. Akhirnya orang di sekeliling kita pun hanya berlakon untuk menyedapkan hati kita. Layanan mereka palsu kerana kita juga sudah jadi sombong kerana kepalsuan.

“Dan janganlah Ente berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya Ente sekali-kali tidak dapat menembusi bumi dan Ente tak akan sekali-kali sampai setinggi gunung.” (al-Israa; 37)
ReadFull Article ..

Selasa, 26 November 2013

Masihkah Ariel Peterpan Jadi Idola


http://i.okezone.com/content/2011/12/17/197/543678/3B7AicXvEf.jpg
Artis- TAMPIL menarik dan sensual tidak sama halnya dengan mengumbar fisik. Meredam kelebihan di dalam diri justru memunculkan pesona yang bakal mengundang perhatian. Ariel “Peterpan” adalah sosok yang mewakili itu semua.

Siapa yang tidak mengenal sosok Ariel “Peterpan”? Sebelum diketahui terlibat pada kasus asusila berupa pembuatan video porno dengan sejumlah artis papan atas, Ariel adalah sosok yang digilai para wanita di Indonesia. Angka penjualan lagu-lagu besutannya pun meroket tajam.

Namun, masihkah Ariel yang kini meringkuk di balik jeruji besi Rutan Kebon Waru, Wahid Hasyim, Jawa Barat, kembali jadi idola saat bebas nanti?

Pengamat mode dan gaya hidup Sonny Muchlison percaya, pesona pemilik nama lengkap Nazril Irham itu di mata kaum hawa tidak akan hilang. Terkait kasus yang tengah membelitnya, Sonny yakin masyarakat Indonesia akan mudah memaafkannya.

“Ariel punya sensualitas yang menggoda, dan itu bukan berasal dari cara dia berpenampilan atau fesyennya,” tutur Sonny saat berbincang dengan okezone di telepon, Sabtu (17/12/2011).

Dilihat dari segi fesyen, kata Sonny, penampilan Ariel sangat sederhana, tidak ada sesuatu yang “wah” dari tampilannya di depan publik. Namun justru itulah yang membuat Ariel punya pesona. Ariel adalan sosok yang secara fisik punya banyak kelebihan, tapi dia meredam dan menyimpan kelebihan itu.

“Dia tidak mengumbar kelebihannya, jadi malah geregetnya keluar. Coba saja saat dia senyum, hanya terbuka sedikit. Tapi itulah tipikalnya, dia punya karisma,” terangnya.

Bagi seorang pria, Sonny menilai, tetap mempertahankan tampilan maskulin adalah penting. Wanita pada dasarnya tetap lebih menyukai pria yang tidak berlebihan dalam merawat dan menampilkan dirinya. Sebagai pria, merebut perhatian lawan jenis juga sebaiknya dilakukan dengan cara-cara yang sederhana.

“Tidak perlu tampil dan berkata-kata secara berlebihan. Being sexy is about attitude,” pesannya.
ReadFull Article ..