Tampilkan postingan dengan label bukti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bukti. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Januari 2014

Bukti Pengganas Sulu Kebal Seperti Zombie


DAKWAAN ramai pihak yang mengatakan pengganas Kiram mengamalkan ilmu kebal ketika bertempur dengan pasukan keselamatan negara mungkin tidak boleh dipercayai kerana merasakan ia mustahil berlaku.
Kemungkinan besar dalam kalangan kita juga tidak mempercayainya kerana tidak melihat sendiri di hadapan mata dan juga menganggap ia perbuatan syirik.
Tetapi itulah yang terjadi dan diceritakan sendiri oleh beberapa anggota polis dan tentera yang terlibat dalam Op Daulat kepada wartawan Sinar Harian sejak kami menjejakkan kaki di sini.
Ramai antara mereka berkata, pengganas Kiram masih boleh melarikan diri walaupun ratusan peluru mengenai badan mereka sehingga pakaian tertanggal dan tubuh berasap.
Namun, kekebalan pengganas Kiram sedikitpun tidak menggentarkan pasukan keselamatan negara, malah ia memberi semangat yang lebih untuk menghapuskan musuh ini dari bumi Sabah.

Kami berperang dengan syaitan. Seperti filem zombie, kami mesti tembak di kepala barulah pengganas ini rebah, kata salah seorang anggota polis .
Akhirnya, bukti kekebalan pengganas Kiram kami temui semasa masuk ke Kampung Tanjung Batu semalam. Sepasang baju dan seluar tentera yang pernah digunakan pengganas menjadi bukti kepada cerita-cerita yang disampaikan anggota keselamatan kepada kami.
Di belakang baju tersebut, terdapat lambang keris Sulu dan bulan sabit, serta warna hijau, putih dan kuning.
Kami difahamkan oleh penduduk kampung lambang itu adalah lambang Tentera Diraja Sulu, entiti yang pernah diisytiharkan oleh individu yang menabalkan dirinya Sultan Sulu, Jamalul Kiram ketika awal pencerobohan Februari lalu.
Memeriksa baju itu, kami mendapati ia dipenuhi kesan peluru. Robek di sana sini.
Namun amat menghairankan apabila tiada langsung kesan darah.
Penduduk, Darwin Abd Rajin, 45, berkata, pakaian tentera itu memang sudah ada di hadapan rumahnya sejak dia kembali pada Ahad lalu.
Katanya lagi, dia tidak berani menyentuh pakaian itu kerana bimbang disalahtafsir sebagai bersubahat dengan pengganas Kiram.

pengganas sulu mati Bukti Pengganas Sulu Kebal Seperti Zombie
“Saya sudah melihat baju ini sejak pulang ke rumah. Saya tidak berani pegang kerana ia baju pengganas,” katanya.
Ditanya sama ada baju di rumahnya hilang kerana pengganas mahu menyamar menjadi penduduk kampung, kata Darwin, memang banyak baju lelaki di rumahnya lesap.
“Ya, baju saya banyak yang hilang. Kemungkinan mereka gunakan untuk menyamar,” katanya.
Kelmarin, Pengarah Keselamatan Dalam Negeri dan Ketenteraman Awam Polis Diraja Malaysia (PDRM), Datuk Seri Salleh Mat Rashid menasihati penduduk kampung melaporkan terus kepada pihak berkuasa jika ada orang asing masuk ke kampung mereka.

 Bukti Pengganas Sulu Kebal Seperti Zombie
Katanya, ia kerana pengganas Kiram disyaki sudah menyamar menjadi orang awam selepas  pihak berkuasa bertindak segera dalam melumpuhkan kegiatan pengganas


ReadFull Article ..

Senin, 02 Desember 2013

Bukti Kebenaran Al Qur’an Ternyata Gunung pun Bisa Berjalan

Bukti Kebenaran Al Qur’an, Ternyata Gunung pun Bisa Berjalan – Postingan kali ini dari akan membahas info terbaru tentang Ternyata Gunung pun Bisa Berjalan, Bukti Kebenaran Al Qur’an semoga informasi tersebut bisa menambah pengetahuan sobat semua, para pembaca setia blog ini

Bukti Kebenaran Al Qur’an, Ternyata Gunung pun Bisa Berjalan

Bukti Kebenaran Al Qur’an, Ternyata Gunung pun Bisa Berjalan

Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahaldia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Qur’an, 27:88)

Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi. 

Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.

Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.

Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.

Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:

Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)

Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)

Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.

ReadFull Article ..